BERITA - jawa.infogue.com -
YOGYAKARTA, JUMAT - Rekaman duel dua remaja yang diduga siswi sebuah SMA di Yogyakarta yang telah beredar luas di masyarakat maupun media massa, bukan merupakan kegiatan gang pelajar seperti kasus Gang Nero di Pati, Jawa Tengah. "Perkelahian dua remaja puteri itu dilatarbelakangi kesalahpahaman, bukan ulah anggota gang seperti yang diisukan," kata Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Drs Agus Sukamso, Jumat. Menurut Agus, perkelahian tersebut dipicu masalah rebutan pacar, dan bukan perkelahian antar kelompok pelajar. "Perkelahian tersebut hanya masalah rebutan cowok, tetapi sayangnya kenapa harus diselesaikan melalui perkelahian, dan ada pihak yang merekam dengan kamera handphone," katanya. Ia mengatakan perkelahian tersebut terjadi pada bulan puasa 2007 di lapangan basket kawasan Stadion Mandala Krida Yogyakarta. "Kami masih menyelidiki siapa yang merekam perkelahian itu, dan motifnya apa menyebarkan rekaman tersebut. Anehnya, kenapa baru beberapa pekan terakhir rekaman itu beredar di masyarakat dan media massa," katanya. Kata dia, Satuan Reskrim Poltabes Yogyakarta telah meminta keterangan seorang saksi siswa pemilik sepedamotor yang tampak dalam tayangan rekaman video tersebut. "Dari rekaman itu kami mendapatkan satu petunjuk, yakni nomor kendaraan bermotor yang kebetulan berada di lokasi saat terjadi perkelahian. Setelah kami telusuri melalui kantor Samsat, kami berhasil menemukan siapa pemilik sepedamotor tersebut," katanya. Namun, saat dimintai keterangan di Poltabes Yogyakarta, pelajar kelas satu sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu mengaku tidak tahu identitas dua remaja puteri yang berkelahi itu. Saksi hanya mengatakan saat itu dirinya berada sekitar 200 meter dari lokasi perkelahian. Sedangkan sepedamotor miliknya dipinjam temannya untuk melihat perkelahian tersebut. "Saat itu saya sedang melihat latihan balap motor road race di Mandala Krida, kemudian sepedamotor saya dipinjam teman untuk melihat perkelahian di sisi utara Stadion Mandala Krida," katanya. Saksi mengatakan salah seorang temannya memang sempat merekam perkelahian tersebut melalui handphone-nya, dan dirinya juga sempat melihat ketika rekaman itu diputar ulang.